Bagaimana Sih Agar Iklan Kita Bisa Viral?!! Yuk Simak Analisis Dari Iklan Go-Jek Terbaru (BTX- #ItsOkeyToBeLebay)
(Penulis Aflah Ghani Ramadhan, Rizki Maulana, Diaz Ilyasa)
Haloa litmed'ers, siapa sih disini
yang tidak mengenal perusahaan Go-Jek, yaps! salah satu perusahaan unicorn
pertama di Indonesia dan sekarang telah memasuki kategori perusahaan layanan
jasa berbasiskan teknologi dengan pengguna terbanyak di Asia. Perusahaan yang
didirikan oleh Nadiem Makarim ini pada tahun 2010 telah berkembang begitu
pesat, berawal dari pelayanan ojek secara Call
center sampai menjadi sebuah perusahaan pelayanan jasa meliputi, ojek
online, pengiriman paket, kebersihan rumah, finansial technology atau Go-pay
dan lain banyak halnya. Eits! tunggu dulu litmed'ers, hadirnya kami disini
bukan untuk membahas perusahaan Go-Jek beserta selundup cerita asik
perjuanganya, melainkan membahas mengenai sebuah konten iklan yang baru saja
dirilis oleh perusahaan Gojek yaitu BTS
- Its okay to be lebay.
Dalam mempromosikan sebuah nilai jual produk kepada customer segment nya, Gojek selalu memberikan konten-konten kreatif, inovatif dan juga solutif. Salah satu konten yang pernah diproduksi dan sempat viral adalah “Cerdikiawan”. Video iklan Gojek yang berdurasikan 1 menit tersebut, menjelaskan sebuah isi pesan dari konten tersebut dimana setiap permasalahan pasti memiliki sebuah solusi atau Go-Jek membrandingkan tagar mereka yaitu #pastiadajalan.
Kali ini
di tahun yang berbeda, berkat kreativitas tim branding produk serta agency dan
juga tim promosi iklan dari Gojek, iklan yang baru rilis dengan judul BTS - Its okay to be lebay, sempat viral
di berbagai media sosial salah satunya tiktok dengan pengguna tagar #ItsOkayToBeLebay
mencapai angka 2.3B atau 2.3 Miliar (Berdasarkan sumber aplikasi Tiktok) dan
juga menjadi bahan perbincangan di kalangan pihak agency.
Kita mengetahui bahwasanya Gojek
memiliki sebuah hashtag branding yang istimewa yaitu #pastiadajalan, di dalam
video iklan Its Okay To Be Lebay yang berdurasikan 1 menit tersebut menitipkan
sebuah pesan atau konten yang disampaikan kepada customer segment nya yaitu,
tidak apa-apa kita harus berlebay diri dalam menjaga kesehatan, agar tidak
terinfeksi virus corona di masa Pandemi Covid-19 ini, dengan menggunakan
fasilitas jasa Ojek online dari Gojek, akan terpenuhi segala ketentuan dari
protokol kesehatanya. Memang pada saat ini kita tahu bahwasanya alur kurva dari
penyebaran virus Covid-19 bergerak secara signifikan, dengan berjalan waktu
yang cukup lama dan juga kedesakan akan kebutuhan hidup, menuntut kita untuk
hidup berdampingan dengan virus Covid-19 ini, atau kita biasa menyebut dengan
masa “New Normal”.
Menilik sebuah iklan yang diberikan oleh Gojek, merupakan sebuah solusi untuk para customer yang hendak menggunakan jasa ojek online mereka dalam aktivitas sehari-hari. Tentunya dalam membuat sebuah iklan yang berisikan konten kreatif, positif, dan juga solutif, harus memiliki persiapan dan perancangan yang begitu hebat, hingga akhirnya bisa menghasilkan sebuah karya terbaik hingga akhirnya dikenal oleh khalayak banyak. Nah bagaimana sih caranya agar pesan atau konten yang ingin kita sampaikan itu bisa dikenal oleh banyak orang atau viral, berikut tips meningkatkan engagement penonton terhadap iklan kita:
1) Membangun sebuah pesan dengan pengulangan
Dalam membangun sebuah pesan tentu
hal yang paling diutamakan adalah sebuah pengulangan, jika seandainya pesan tersebut selalu
disampaikan oleh media kepada khalayak,secara tanpa sadar akan membangun sebuah
persepsi dari pesan iklan tersebut di alam bawah sadar kita, dari sinilah
hebatnya Gojek dalam melakukan sebuah Advertisement. Adapun media yang
digunakan oleh Go-Jek dalam menyampaikan sebuah pesan iklan mereka terbagi
menjadi tiga kategori, yaitu media cetak dan juga media elektronik maupun
sosial. Okey litmed’ers untuk pembahasan pertama, kita mulai dari media sosial
:
a)
Aplikasi Tiktok
Siapa Sih disini dari kawula muda yang tidak mengenal aplikasi Tiktok, tentu hampir semua kalangan remaja mengetahui aplikasi tersebut. Pada bulan juli 2020, pengguna aplikasi Tiktok di Indonesia mencapai angka 8,5% atau sekitar 30,7 Juta pengguna hingga menduduki posisi ke 4 di dunia sebagai negara dengan pendownload aplikasi Tiktok terbanyak. Menurut Head Of Public Policy Tiktok Indonesia, Donny Eryastha, pengguna aplikasi Tiktok sendiri kebanyakan dari kalangan remaja atau milenial generasi Y dan Generasi Z (dibawah generasi milenial). Dari Sinilah terlihat sekali bahwasanya segmentasi atau target pasar iklan dari Go-jek adalah kalangan remaja atau milenial, jika menganalisis dari pengguna aplikasi Tiktok. Maka dari itu, Go-Jek menayangkan iklannya yang berjudul it’s okay to be lebay di tiktok dengan tujuan untuk memberitahukan bahwa lebay itu sebenarnya tidak apa-apa, jika demi kesehatan diri pribadi dan banyak orang.
Namun tujuan dari iklan it’s okay to be lebay ini pada dasarnya untuk mengingatkan para pengguna tiktok untuk selalu menjaga kesehatan, dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Meskipun Tiktok merupakan platform sosial media yang sudah lama dan sempat diblokir oleh Kominfo Indonesia diakibatkan hanya sebatas memberikan konten yang tidak beredukasi, hingga akhirnya belakangan tahun ini yaitu 2019 dan 2020, pengguna aplikasi Tiktok meningkat bahkan dari kalangan artis pun bermain aplikasi ini, sehingga yang tadinya ada stigma bahwa bermain itu Tiktok itu alay dan lebay perlahan menjadi hilang dan menjadi sosial media yang ramai peminatnya. Selain iklan bersponsor yang diputar dalam aplikasi Tik Tok, Gojek juga membuat sebuah campaign penggunaan hashtag #ItsOkayToBeLebay kepada para tiktokers, jika video tersebut kreatif pihak Gojek akan memberikan sebuah hadiah, dan tentunya campaign hashtag tersebut didukung oleh para Influencer Tik Tok dan juga artis ternama dengan mengupload campaign lipsync lagu BTX-#ItsOkeyToBeLebay sembari memperagakan gerakan cuci tangan dengan menggunakan filter Gojek.
Conton Campaign dan Iklan Gojek Via Tik Tok:
https://vt.tiktok.com/ZSnmbpP4/
b)
Instagram
Sama halnya dengan maksud dan tujuan gojek memasang iklan ini di platform media sosial instagram, tidak lain untuk memberitahukan kepada para pengguna instagram agar terbuka dalam menjaga kesehatan diri. Kita tahu bahwasanya pengguna media sosial Instagram merupakan kalangan milenial dan juga orang dewasa. Menurut data yang dirilis oleh Napoleon Cat, pada bulan Januari sampai mei 2020, adapun jumlah pengguna media sosial instagram mencapai angka 69,2 Juta pengguna aktif, terlihat sekali peluang besar dari Gojek dalam mempromosikan iklan tersebut dengan platform media sosial Instagram. Akan tetapi pengemasan video dari konten #ItsOkayToBeLebay yang berada di instagram ini berbeda dengan iklan yang ada di aplikasi tiktok.
Di instagram iklan gojek ini pada awal video memperlihatkan seorang perempuan yang sedang memberitahu harga-harga outfit yang dipakai perempuan ini, kemudian scene berlanjut dimana si perempuan ini memperlihatkan barang bawaan di tasnya yang berupa alat-alat untuk menjaga kebersihan seperti handsanitizer, tisu, dan masker. Mungkin orang akan berpikir kenapa lebay banget, kenapa semua alat untuk membersihkan diri dan masker dibawa semua di dalam tasnya, akan tetapi pada scene ini terdapat sebuah pesan yang mengingatkan orang yang melihat pesan ini untuk selalu menjaga kesehatannya, si perempuan ini juga memberitahukan harga dari alat kebersihan diri tersebut yang dirasa cukup murah.
Kemudian si perempuan ini membawa handphone dari tasnya dan menunjukkan aplikasi gojek dengan adanya dana gopay senilai Rp. 10.000.000, dari sini gojek mulai memasarkan atau menjual fitur dari aplikasinya, gojek ingin menunjukkan atau memberitahu bahwa para pengguna aplikasi gojek ini dapat mengisi saldo di gopay dengan jumlah yang cukup besar, jadi si gojek ini menunjukkannya dengan nominal uang yang cukup besar.
Pada scene terakhir perempuan ini
mengeluarkan sekat pembatas dari tasnya, kemudian muncul seorang driver gojek
yang menggunakan jaketnya dan kemudian membawa sekat pelindung tersebut dari si
perempuan ini. Disini gojek juga ingin menunjukkan bahwa kualitas dari jasa
atau pelayanan mereka adalah yang terbaik, gojek ini ingin menunjukkan bahwa
mereka ini telah menerapkan aturan untuk menjaga jarak, karena di motor ini
tidak bisa berjaga jarak maka gojek memberikan solusi dengan mengharuskan
drivernya menggunakan sekat pelindung tersebut, sehingga pengguna jasa gojek
ini merasa aman.
Contoh Iklan Gojek Via Instagram :
https://www.instagram.com/p/CINX9kFA6PY/?igshid=a1y7blpxuceb
c) Youtube
Iklan Gojek yang terdapat di platform media sosial youtube ini bisa disebut iklan gojek versi fullnya, karena iklan ini berdurasi sekitar 2.28 menit. Dengan pengemasan video secara kreatif, tercatat penonton dari iklan tersebut mencapai angka 23 Juta dalam jangka waktu upload video selama satu bulan, dalam hal tersebut tentu iklan ini mencatat sebuah trending kampanye #ItsOkeyToBeLebay pada masa new normal saat ini.
Adapun isi konten dari iklan tersebut dapat dilihat bahwa pada awal scene saja mereka sudah pada menjaga jarak mereka, mereka juga memperlihatkan adegan mencuci tangan dan menggunakan masker double yang terkesan lebay atau berlebihan. Dari adegan orang yang memakai dua masker ini mungkin seseorang dapat berpikir bahwa kita itu harus loh melek akan kesehatan mulai dari menggunakan masker pada saat beraktivitas, namun terdapat kemungkinan lain juga dari scene ini, yaitu dapat berupa sindiran kepada orang yang tidak suka menggunakan masker.
Di iklan yang ada di youtube ini juga gojek memperlihatkan bahwa standar kebersihan yang mereka terapkan ini sudah sesuai dengan protokol kesehatan, hal ini dapat dilihat pada saat seseorang membersihkan isi mobil, di dalam mobil tersebut juga terdapat sekat penghalang yang berguna untuk menjaga jarak, didalam mobil tersebut juga terdapat handsanitizer, disini gojek juga kembali menegaskan bahwa protokol kesehatan yang mereka terapkan pada pelayanan jasanya ini sudah sangat bagus.
Terdapat juga adegan seorang ibu-ibu yang lewat tanpa menggunakan helm dan masker, disini gojek ingin menunjukkan kepada para penggunanya atau masyarakat Indonesia yang melihat iklan ini, masih banyak loh orang yang mengabaikan protokol kesehatan dan tidak peduli dengan keselamatan diri sendiri. Maka dari itu, iklan Gojek ini menyentuh aspek persuasif kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dengan menetapkan protokol kesehatan.
d)
Poster Sebagai Media Promosi Iklan GOJEK
Media promosi yang dilakukan oleh Gojek dalam mempublikasikan iklan terbarunya yang berjudul BTX - It’s Okay To Be Lebay adalah melalui poster, Sebelum membahas iklan ini lebih jauh apakah kamu tahu apa itu arti BTX? Ya BTX bukan BTS Arti BTX sendiri yaitu (Babang Terlalu Xtra) mungkin agak sedikit aneh tapi itu merupakan salah satu strategi Gojek dalam membuat iklan, karena di Indonesia boy band asal negeri gingseng Korea yang bernama BTS sedang hits bahkan sebagian besar penggemar mereka berasal dari Indonesia. Apakah kamu salah satu penggemar mereka? Oke kembali lagi ke inti dari pembahasan ini dimana poster sebagai media yang digunakan oleh Gojek dalam mempromosikan iklan terbarunya, mengapa Gojek menggunakan media poster? Padahal sudah ada media-media lainnya yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.
Dalam hal ini Gojek mempunyai pemikiran bahwa tidak semua masyarakat mengkonsumsi media sosial yang kebanyakan digunakan oleh remaja, maka dari itu dibuatlah poster untuk memperluas jangkauan iklan supaya masyarakat bisa melihat iklan terbaru dari Gojek. Poster tersebut memiliki beberapa kata yang menarik dan sengaja Gojek terapkan pada poster tetapi maksud dan tujuan dari penerapan kata-kata itu baik, diantaranya “CARA KAMU & DRIVER EXTRA AMAN” dalam kata tersebut Gojek memberi tahu bahwa dalam poster itu terdapat langkah-langkah supaya pengguna Gojek bisa tetap aman menggunakan Gojek walau sedang pandemi karena Gojek akan terus beroperasi meski sedang pandemi tetapi tetap menjaga baik dari pengemudi maupun pelanggan supaya tetap aman itu mengapa teks tersebut berukuran besar dan memiliki warna terang di antara background yang gelap dibandingkan teks lainnya karena supaya masyarakat bisa memahami maksud dari poster itu, selanjutnya terdapat teks “It’s Okay To Be Lebay” teks tersebut merupakan salah satu dari judul iklan terbaru gojek itu mengapa teks berwarna hijau dimana sebagai warna dari Gojek dan mempunyai maksud jika kita tidak perlu lebay dalam melakukan aktivitas di tengah pandemi COVID-19 cukup mengikuti peraturan yang ada saja seperti menerapkan protokol kesehatan.
Hal itu juga berhubungan dengan teks yang berada di pojok kiri bawah yaitu “J3K Jaga Kesehatan, Kebersihan, Keamanan” ini merupakan program dari Gojek selama pandemi, dimana pengemudi dan pengguna Gojek harus tetap menjaga ke 3 hal tersebut itu mengapa warna dari teks ini juga berwarna hijau. Selanjutnya terdapat gambar orang yang sedang memegang HP orang itu menggunakan masker yang menandakan bahwa iklan itu bertujuan untuk memperingati masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan terutama ketika sedang menggunakan Gojek. Orang itu juga sedang memegang HP yang sedang membuka aplikasi Gojek dimana terdapat beberapa teks dalam aplikasi itu, maksud dari teks itu intinya supaya pengguna Gojek disarankan untuk menggunakan protokol kesehatan ketika menggunakan Gojek dan tidak bepergian apabila kurang sehat, serta supaya membayar non tunai untuk memperkecil penyebaran COVID-19. Di bawah teks tersebut juga terdapat teks yang dimunculkan dalam sebuah tombol berwarna hijau yaitu “Saya bakal patuhi protokol ini” maksud dari teks ini adalah untuk meyakinkan masyarakat setelah membaca teks berikutnya mereka bisa mematuhi protokol kesehatan ketika menggunakan Gojek itu mengapa teks tersebut dimasukan kedalam tombol berwarna hijau.
Penggunaan bahasa yang digunakan oleh Gojek adalah penggunaan bahasa mereka sendiri dimana Gojek selalu mempunyai ciri khas dalam mengiklankan produknya, Gojek biasanya menggunakan bahasa-bahasa gaul atau yang sedang trending dimana bahasa yang digunakan tidak terlalu kaku sehingga pengguna mampu menangkap iklan tersebut lebih mudah.terdapat nilai-nilai yang bisa di ambil dari poster iklan Gojek ini diantaranya untuk selalu menjaga protokol kesehatan dimanapun terutama ketika sedang bepergian keluar rumah, dan jangan berlebihan dalam menanggapi sesuatu terutama pandemi COVID-19 karena semua bisa diatasi selagi ada Gojek, ada Gojek pasti ada jalan.
e)
Media Elektronik Television.
Tidak asing lagi dong pastinya ketika kita sedang menonton
tayangan film yang kita sukai kemudian ada sebuah iklan yang mampir selama
durasi 15 detik, iklan Gojek pun salah satunya. Segmentasi target khalayak yang
dituju oleh Gojek dalam mempromosikan campaign #ItsOketToBeLebay dapat
dikategorikan besar, dikarenakan sudah bersentuhan dengan dunia periklanan television.
Kita tahu bahwasanya segemantasi kalangan penonton televisi bervariatif dan
umum yaitu dari kalangan anak kecil hingga orang dewasa. Dengan menggunakan
iklan BTX-ItsOkeyToBeLebay selama 15 detik, tentu akan meningkatkan sebuah
engagement dari kalangan penonton televisi kepada pihak Ojek online, apalagi
jika iklan tersebut selalu ditayangkan dan diputar, tentu akan membuat sebuah
persepsi masyarakat di Indonesia lebih baik menggunakan Ojek online dari Gojek,
dikarenakan sudah terlindungi dan sesuai dengan protokol kesehatan
2)
Teknik Kreatif Dalam Pengemasan Konten Video.
Nah litmed’ers salah satu tips video kita agar bisa trending dan dikenal oleh banyak khalayak adalah pengemasan konten secara kreatif. Pada saat ini kita tahu bahwasanya industri K-POP sedang naik daun terutama di Indonesia, salah satu grup band asal korea yang sudah dikenal oleh banyak kalangan remaja adalah BTS (Hangul: 방탄소년단; RR: Bangtan Sonyeondan). Di Dalam penyampaian konten iklan #ItsOkeyToBeLebay, Gojek memplesetkan BTS menjadi BTX dengan kepanjangan Babang Terlalu Xtra, sontak dari sini kebanyakan khalayak pun tertarik perhatiannya terhadap iklan tersebut, menyajikan sebuah tarian khas korea namun berisikan konten mengenai penerapan protokol kesehatan, seperti penyanyinya menggunakan masker, mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, dan menampilkan transportasi Gojek terfasilitasi dengan alat protokol kesehatan. Tentu hal tersebut adalah sebuah kreativitas dan inovatif yang sangat dilirik oleh kaum milenial saat ini.
3)
Pemahaman Mengenai Konteks Iklan.
Tips
ketiga kali ini merupakan sebuah perbedaan mengenai pemahaman atau persepsi
audience kita terhadap iklan yang kita sajikan. Dalam artian iklan kita harus
memiliki sebuah pemaknaan yang jelas dan dapat dipersepsikan oleh masyarakat
secara bersamaan maupun berbeda, seperti hal kami penulis beranggapan
bahwasanya iklan dari Gojek tersebut mempromosikan produk jasa ojek online
dengan fasilitas yang dilengkapi sesuai protokol kesehatan dikemasi dengan visualisasi
yang kreatif dan unik, namun demikian berbeda mungkin dari kalangan orang tua,
mereka beranggapan hanya sebatas iklan biasa diiringi dengan tarian orang
menggunakan masker atau mungkin mereka bisa beranggapan penerapan protokol
kesehatan di ojek saja. Dari sinilah sebuah iklan harus memiliki sebuah
persepsi dan makna yang dapat dipahami oleh khalayak.
4)
Memiliki Nilai Sudut Yang Terpandang.
Tentunya suatu hal yang hendak kita promosikan, harus memiliki sebuah nilai dan sudut pandang yang bermanfaat dan berguna. Seperti hal dalam iklan BTX-#ItsOkeyToBeLebay pada scene ketika boyband menyanyi menggunakan alat protokol kesehatan, tiba seorang ibu-ibu menggunakan motor sambil memainkan handphone tanpa menggunakan masker, tanpa kita sadari, ibu-ibu tersebut mewakilkan kita sebagai masyarakat Indonesia yang masih meremehkan Virus Corona dan tidak mau menerapkan pengggunaan masker, sedangkan dari pihak boyband BTX mengajak masyarakat atau penonton untuk menerapkan segala aturan protokol kesehatan dan juga penggunaan Ojek online Gojek yang sudah terstandarisasi dengan protokol kesehatan, seperti itulah contoh nilai yang dapat kita terapkan, membangun sebuah konten yang memiliki nilai.
5) Memiliki
Tujuan Yang Menguntungkan Kedua Belah Pihak
Okey kita lanjut ke pembahasan terakhir nih liters yaitu tujuan dari sebuah pesan yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Apakah yang dimaksud dengan tujuan yang menguntungkan kedua belah pihak? Dalam menyampaikan pesan tentu harus ada yang namanya value, seperti hal iklan Gojek, mereka mengetahui bahwasanya dimasa pandemic ini kita tidak boleh bersentuhan secara langsung oleh orang yang tidak kita kenal, terutama anpa menjaga jarak, sedangkan segala aktifitas keseharian kita menuntut untuk selalu berdekatan dan juga menggunakan alat transportasi. Disinilah Gojek hadir sebagai solusi dengan menampilkan iklan Gojek yang sudah dilengkapi dengan standarisasi alat protokol kesehatan tentu hal tersebut merupakan keuntungan dari campaign pesan yang disampaikan oleh Gojek, begitu pun penggunanya ketika mereka mengetahui Gojek sudah menggunakan alat standarisasi penerapan protokol kesehatan, customer Gojek akan merasa nyaman dan diuntungkan dengan adanya sebuah solusi tersebut, dari sinilah yang dimaksud iklan tersebut harus memiliki pesan yang menguntungkan antara kedua belah pihak.
Okey Litmed’ers pembahasan diatas merupakan sebuah tips agar iklan kita
bisa trending atau dikenal oleh khalayak banyak, dan juga kita tahu bahwasanya Gojek menggunakan beberapa media
dalam mengiklankan produknya nah yang kami sudah bahas sebelumnya itu ada tiga
media saja litmeders, yaitu Media Sosial, Poster, dan Televisi, jadi inti dari
pembahasan sebelumnya jika Gojek menggunakan ketiga media tersebut untuk
mempromosikan produknya supaya dapat menjangkau khalayak lebih luas, bahkan
Gojek mengemas sebaik mungkin iklan-iklan yang akan dipublikasikan sehingga
setelah iklan tersebut dipublikasikan terutama di tiga media tersebut mampu
mempersuasi khalayak supaya bisa menggunakan Gojek, eitss bukan hanya itu saja
loh, Gojek juga memberikan pesan-pesan kepada pengguna nya supaya tetap
mematuhi protokol kesehatan bahkan Gojek mengemas hal tersebut dengan unik dan
menarik seperti iklan BTX - It’s Okay To
Be Lebay yang dipublikasikan di tiga media seperti Media sosial, Poster,
dan Televisi sehingga pengguna dari gojek tidak bosan untuk mendengarkan atau
membaca iklan yang dipublikasikan oleh Gojek, karena hal ini juga berpengaruh
terhadap perusahaan Gojek sendiri supaya tetap bisa berjalan maka harus ada
pemerhatian khusus seperti memperhatikan protokol kesehatan baik dari pengemudi
maupun pengguna maka dibuatlah iklan yang didalamnya terdapat unsur-unsur
protokol kesehatan, keren kan Gojek, bagi kalian yang ingin bepergian keluar
rumah ingat jangan lebay dan jangan lupa untuk selalu menggunakan protokol
kesehatan ya litmeders.
Refrensi :
Iman, M. (2020, Juni 14). Pengguna
Instagram di Indonesia Didominasi Wanita dan Generasi Milenial. From
https://www.goodnewsfromindonesia.id/:
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/06/14/pengguna-instagram-di-indonesia-didominasi-wanita-dan-generasi-milenial#:~:text=Menurut%20data%20yang%20dirilis%20Napoleon,penggunaan%20platform%20berbagi%20foto%20ini
Literacy,
C. f. (2005, - -). Five Key Questions of Media Literacy. From Medial
Kit Five Key Questions of Media Literacy:
http://www.medialit.org/sites/default/files/14B_CCKQPoster+5essays.pdf
Rayana,
U. (2020, September 15). Meski Indonesia Salah Satu Pengguna TikTok
Terbesar, ByteDance Pilih Singapura Sebagai Sasaran Investasi. From
https://selular.id/:
https://selular.id/2020/09/meski-indonesia-salah-satu-pengguna-tiktok-terbesar-bytedance-pilih-singapura-sebagai-sasaran-investasi/#:~:text=Terdapat%20sekitar%2030%2C7%20juta,AS%20kini%20tengah%20menjadi%20sorotan.


Mak mak makan atap, MANTAP!!
BalasHapusMantap
HapusDabest bet dabes dah
BalasHapusAsek asek jos
BalasHapusJos
HapusUhhuyy makasih abang
BalasHapusSama-sama
Hapusmakasii info nyaa
BalasHapussama-sama :)
HapusKerdnnn
BalasHapusYuhu terima kasih yawww, anonyme
HapusManyafff
BalasHapusMakasih yaw
HapusKeren n mantapp
BalasHapusterimakasihh :)
Hapus