Ternak Ikan Cupang: Teori Analisa Kampanye Iklan Yang Cukup Terpandang dari Gojek. Emang beneran SuperApp?

Author: Andini Camelia Aziz, Tsania Malinda, Camelia Andini,  Egi Yana Supriyanto

Hola sobat online! hayoloh kaum rebahan pasti pengguna setia Gojek bukan? hahaha sama aku juga. Nah, kamu sendiri sebenarnya tau gak sih Gojek itu apa? Yuk kita ulas dulu sedikit. Jadi, Gojek ini merupakan salah satu perusahaan layanan transportasi dari Indonesia yang kini telah berkembang menjadi Decacorn SuperApp. Gojek terkenal dengan konten dan iklannya yang super menarik karena selalu memiliki ciri khas tersendiri. Gojek beberapa kali ramai menjadi perbincangan akibat akibat iklannya yang super aneh. Mulai dari iklan baliho kosong dengan tulisan, kuntilanak gaul, super hero Jakarta, dan masih banyak lagi iklan dari Gojek yang unik. Gojek tidak hanya menggunakan media sosial saja sebagai sarana untuk menyebarkan pesan persuasinya, tetapi Gojek juga menggunakan media luar ruangan seperti poster, baliho, hingga spanduk. Baliho merupakan salah satu media iklan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan paling banyak bentuk fisiknya di setiap sudut kota. Baliho memiliki ukuran yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dari konsumennya. Salah satu konsumen baliho adalah Gojek. Gojek menggunakan baliho untuk memasang iklannya dalam bentuk cetak.

Instagram merupakan salah satu media sosial terbesar yang digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Instagram yang awalnya hanya sebagai tempat berbagi gambar atau album foto elektronik diri kini menjelma menjadi tempat untuk siaran, bertukar pesan, hingga berjualan menggunakan konten iklan yang menarik. Ada banyak toko dan penjual yang memanfaatkan media sosial Instagram sebagai ladang mengais pundi-pundi rupiah. Satu merek dengan merek yang lain saling beradu keunikan konten iklan mereka agar dapat menggait minat pelanggan. Salah satu penjual yang menggunakan media sosial Instagram sebagai wadah beriklan adalah Gojek Indonesia. Gojek Indonesia merupakan perusahaan teknologi yang awalnya menaungi layanan angkutan dengan jasa ojek telah berubah menjadi perusahaan teknologi berbagai layanan berbasis pada satu aplikasi, yaitu aplikasi Gojek Indonesia.

Selain menggunakan baliho dan Instagram, Gojek juga menggunakan aplikasi YouTube untuk mengunggah hasil karya-karya pegawainya yang sangat unik dan memukau. YouTube yang dulunya hanya sebatas aplikasi untuk menonton video musik dan tontonan singkat lainnya kini bertransformasi menjadi aplikasi utama yang digunakan masyarakat Indonesia, bahkan dunia, untuk mengakses segala hal. YouTube bahkan disebut lebih dari televisi. Gojek juga mempunyai akun YouTube bernama Gojek Indonesia. Didalam akun YouTube Gojek Indonesia banyak sekali video menarik Gojek yang mengiklankan mengenai fitur-fitur yang dimiliki oleh Gojek. Dalam penggunaan media sosial sendiri, Gojek mengupayakan dengan maksimal guna mengiklankan produk-produknya dengan baik.

Tanpa basa-basi cus simak analisis menurut pandangan penulis menganai iklan Gojek yang satu ini, apa bener Gojek ini SuperApp for Better Future? eh atau cuma iklan doang sih? 

  Analisis 1 : Fenomena Iklan Gojek melalui Baliho

Ketika seseorang ingin argumentasinya diterima oleh orang lain, maka yang dibutuhkan oleh orang tersebut adalah kalimat yang dapat meyakini dan mempengaruhi lawan bicaranya. Salah satu penyampaian argumen dapat ditemukan melalui sebuah iklan. Pada umumnya, terdapat beberapa muatan yang harus diperhatikan dalam sebuah iklan seperti gambar, produk, dan teks menarik yang mengandung sebuah pesan persuasi untuk dapat meyakini dan memengaruhi pembacanya. Bahasa persuasif merupakan aspek yang sangat penting ketika seseorang akan menentukan keberhasilan sebuah iklan, salah satunya adalah dengan melebih-lebihkan ketika mendeskripsikan produk tersebut. Tetapi, bahasa yang digunakan juga harus memperhatikan kebutuhan khalayak yang menjadi sasaran dari iklan tersebut. Banyak kebutuhan sehari-hari yang dipromosikan melalui sebuah iklan yang seringkali ditampilkan di televisi. 

Seiring berkembangnya teknologi, kebutuhan sehari-hari yang dikonsumsi manusia pun semakin meningkat. Salah satu bukti kemajuan teknologi tersebut adalah aplikasi transportasi online, yang di mana penumpang hanya menggunakan gawai untuk dapat memesan transportasi tersebut. Salah satu aplikasi transportasi online terbesar di Indonesia saat ini adalah Gojek. Terdapat tiga jenis armada yang disediakan, yaitu GoRide (perjalanan dengan motor), GoCar (perjalanan dengan mobil), dan GoBox (perjalanan barang untuk berukuran besar dan berjumlah banyak dengan mobil pick-up). Selain itu, Gojek juga memasangkan iklan atau promo yang dapat menarik perhatian masyarakat untuk menggunakan aplikasi transportasi online tersebut. Gojek mempersembahkan berbagai iklan yang menarik di berbagai platform. salah satu iklan yang menjadi perhatian masyarakat yang kemudian berujung menjadi fenomena viral pada tahun 2017 adalah Gojek memasang iklan pada media billboard (baliho) di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Konsep billboard pada bidang periklanan bukan suatu hal yang baru, tetapi Gojek membuat isi iklan tersebut menjadi sebuah teks yang diperkirakan akan relevan dengan para pekerja di Ibu kota. Di lansir pada media marketeers.com, Gojek ingin menyampaikan sebuah pesan yang bersifat leverage channel yang dapat menyentuh perasaan manusia. Selain itu, Gojek juga menempatkan billboard tersebut pada kawasan yang cenderung mengalami kemacetan lalu lintas setiap harinya, akhirnya jatuh kepada kawasan di salah satu jalan utama kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Berikut teks iklan Gojek: 

“Hai kamu. Iya, kamu. Coba bayangin deh. Coba bayangin kalau pagi ini bisa nyampe kantor lebih cepet. Buka pintu kantor nggak mesti agak nundukin kepala sambil jalan cepet. Bisa ngopi atau ngeteh dulu di pantry, moodnya jadi enak seharian, zen kalau kata orang-orang. Temen-temen kantor jadi pada nyenengin, tektokan kerjaan jadi lebih cepet, jadi bisa pulang on-time deh. 

Masih ngebayangin kan ?? Oke. Lanjut yaa. Kalau bisa pulang tepat waktu, kamu jadi bisa makan malem bareng anak istri di rumah. Bisa dengerin mereka punya cerita apa hari ini. Eh, si kecil ternyata uda lancar nyanyi Satu-satu Aku Sayang Ibu. Nggak apa-apa deh Ayahnya jadi nomer dua, pikirmu dalam hati. Kamu tau rasa ini, momen ini nggak bisa diungkapin dengan kata-kata. Nggak lama abis itu, kamu bisa tidur dengan senyum, istri di sebelahmu juga gitu. Dia bisikin ke kamu kalau dia seneng banget kamu bisa pulang cepet hari ini. Besok paginya, kamu bangun dengan lebih semangat. Kayak dapet energi tambahan entah dari mana. Ajaib tapi nyata. Coba bayangin kalo tiap hari bisa kayak gini. Mari  kembali ke pusat. Dari tadi belom nyampe perempatan Kuningan juga? GOJEK-in aja.”

Iklan baliho Gojek yang sempet viral itu lho!

Iklan yang dirancang oleh perusahaan transportasi online Gojek dalam bentuk baliho berukuran besar yaitu 8m x 16m ini berisi teks naratif sederhana sebanyak dua paragraf berwarna hitam dengan layar warna putih tanpa ada gambar, serta ornamen-ornamen lain yang biasanya terdapat pada iklan pada umumnya (Kusumaningrum, 2018). Pada paragraf pertama, ‘Bayangkan jika pagi ini Anda bisa tiba di kantor dengan cepat’ merupakan klaim yang menjadi awalan pada iklan ini. Pernyataan tersebut dapat memicu rasa penasaran khalayak yang membuat khalayak akan membaca teks tersebut sehingga menemukan penjelasan dari pernyataan tersebut. Selanjutnya, ‘bisa ngopi atau ngeteh dulu di pantry’, merupakan sebuah pernyataan yang bersifat data yaitu pernyataan yang mendukung pernyataan sebelumnya (klaim).  Lalu ‘moodnya jadi enak seharian’, merupakan sebuah pernyataan yang menjelaskan bahwa dengan ngopi atau ngeteh di pagi hari dapat meningkatkan mood sehingga dapat bekerja sepanjang hari dengan maksimal. Pada paragraf pertama kalimat terakhir yaitu ‘Temen-temen kantor jadi pada nyenengin, tektokan kerjaan jadi lebih cepet, jadi bisa pulang on-time deh.’ merupakan sebuah pernyataan yang yang menjelaskan sebuah akibat dari pernyataan awal yaitu tiba di kantor dengan cepat . 

Pada paragraf kedua, terdapat kalimat ‘kalau bisa pulang tepat waktu, kamu jadi bisa makan malem bareng anak istri di rumah.’ Pernyataan ini juga merupakan sebuah klaim yang menunjukkan akibat dari pulang dengan tepat waktu. Kemudian dilanjutkan dengan kalimat ‘Bisa dengerin mereka punya cerita apa hari ini. Eh, si kecil ternyata uda lancar nyanyi Satu-satu Aku Sayang Ibu. Nggak apa-apa deh Ayahnya jadi nomer dua, pikirmu dalam hati. Kamu tau rasa ini, momen ini nggak bisa diungkapin dengan kata-kata. Nggak lama abis itu, kamu bisa tidur dengan senyum, istri di sebelahmu juga gitu. Dia bisikin ke kamu kalau dia seneng banget kamu bisa pulang cepet hari ini. Besok paginya, kamu bangun dengan lebih semangat.’ yaitu sebuah pernyataan yang menjelaskan mengenai momen-momen bahagia yang didapatkan seseorang jika pulang ke rumah lebih awal. Kemudian terdapat kalimat terakhir yaitu ‘Coba bayangin kalo tiap hari bisa kayak gini. Mari  kembali ke pusat. Dari tadi belom nyampe perempatan Kuningan juga? GOJEK-in aja’ merupakan pernyataan yang menyadarkan audiens pada sebuah realita yaitu seseorang yang terjebak kemacetan lalu lintas tidak seperti apa yang digambarkan pada teks iklan tersebut sehingga pembaca iklan tersebut menyatakan bahwa imajinasi merupakan suatu hal yang tidak lebih dari sekedar ekspektasi. Lalu, ‘GOJEK-in aja’ merupakan pesan yang bersifat membujuk pada audiens terutama para pekerja untuk mensejahterakan hidup dengan menggunakan fitur pada aplikasi transportasi online Gojek, yaitu GoRide dan GoCar yang menjadi fitur utama untuk produk yang dipromosikan pada billboard tersebut. 

Berbagai macam tanggapan dari masyarakat membuat billboard Gojek ini viral dalam beberapa hari. Banyak dari masyarakat menyatakan bahwa walaupun iklan ini tampilannya sangat sederhana, tetapi iklan ini mampu menggugah hati sebagian besar kaum urban di Jakarta. Selain itu, terdapat dari masyarakat yang menganggap bahwa iklan ini dinilai sebagai salah satu gerakan literasi yang bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk lebih rajin membaca. Banyak dari para pembaca ingin tau siapa scriptwriter dibalik iklan yang brilliant tersebut. Walaupun banyak mendapatkan komentar positif, iklan ini juga mendapatkan kritikan bahwa teks yang terdapat pada billboard tersebut dianggap membuat kemacetan lalu lintas semakin lama karena membaca teks pada billboard tersebut

 Analisis 2 : Fenomena Iklan Gojek melalui Instagram

Iklan ini kita ambil di Instagram nya Gojek guys! 

Gojek Indonesia memiliki akun Instagram yang digunakan untuk berbagi informasi maupun strategi pemasaran produknya dalam bentuk iklan yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia. Iklan-iklan tersebut berisi mengenai cara penggunaan fitur Gojek, diskon pada layanan aplikasi Gojek, dan berbagai pesan sosial lainnya yang dapat dipegang oleh satu aplikasi tunggal milik Gojek Indonesia. Dengan username Instagram @gojekindonesia, Gojek mengemas iklan mereka dengan konsep unik dan berbeda setiap harinya. Tidak ada unggahan iklan yang memiliki konsep sama sehingga membuat para pengikut akun Instagram @gojekindonesia merasa mendapatkan sesuatu yang baru. Namun, konten-konten tersebut pasti mengandung pesan persuasi yang telah dikonstruksi sebelumnya.

Salah satu iklan Gojek yang diunggah dalam akun Instagram @gojekindonesia pada tanggal 11 September 2020 cukup menarik perhatian, yaitu iklan “Di Zoom Miting ID: 0809-8-9999”. Video berdurasi satu menit ini menampilkan tujuh orang pegawai Gojek dari divisi konten media yang terdiri dari dua orang perempuan dan lima orang laki-laki. Mereka sedang melakukan rapat virtual melalui Zoom karena tidak dapat berjumpa secara langsung di kantor akibat pandemi Covid-19 yang semakin tinggi kasusnya. Di dalam rapat virtual tersebut, mereka berdiskusi mengenai rancangan konten apa yang akan diunggah pada hari jumat yang akan datang di akun Instagram @gojekindonesia. Setiap orang yang berada di dalam Di Zoom Miting ID: 0809-8-9999 menggunakan filter atau tema yang berbeda-beda yang menyiratkan bahwa mereka merupakan orang-orang kreatif sehingga konten di dalam akun Instagram @gojekindonesia selalu menarik. 

Di Zoom Miting ID: 0809-8-9999, mereka juga saling lempar diskusi dan candaan mengenai konten apa yang akan dibuat. Dalam narasi yang mereka ucapkan, secara tidak langsung mereka mengungkapkan mengenai status kehidupan dan bagian kerja mereka di dalam divisi konten media. Ada yang berstatus sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga, anak kos, dan anak rumahan. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang di dalam divisi media konten akun Instagram @gojekindonesia bukan hanya kreatif tetapi juga tangguh sehingga mampu menghasilkan konten-konten iklan di akun @gojekindonesia yang berbeda setiap harinya. Pesan-pesan ini dibangun secara sengaja oleh anggota divisi konten media untuk menunjukkan bahwa mereka adalah sutradara dibalik konten iklan yang menarik, berbeda, dan diluar ekspektasi.

Pada adegan awal, anggota divisi media konten ini mulai membuka rapat mereka dengan ucapan selamat malam. Namun, tiba-tiba ada gangguan berupa jaringan yang buruk dan juga suara ondel-ondel sehingga menghambat kegiatan Di Zoom Miting ID: 0809-8-9999 yang sedang mereka lakukan malam itu. Tidak lama setelah itu terdengar suara benda jatuh ke lantai disusul tangisan balita yang tidak lain adalah anak dari salah satu anggota divisi konten media tersebut. Adegan-adegan dalam video iklan ini secara tidak langsung merepresentasikan kegiatan sehari-hari masyarakat Indonesia sejak adanya pandemi Covid-19, yaitu bekerja dan belajar dari rumah secara daring. Hal ini menunjukkan adanya perubahan gaya hidup di tengah masyarakat dan dikemas oleh divisi konten media menggunakan bahasa dan alur kreatif sehingga mereka yang menonton tidak akan sadar bahwa sedang disentil oleh Gojek.

Memasuki adegan di tengah video, mulai muncul narasi dimana anggota divisi konten media yang bernama Manohary Senyn mulai membahas mengenai waktu dan juga kondisi perutnya yang kosong. Dia bertanya apakah teman-temannya tidak lapar mengingat rapat mereka masih berlangsung dan hari semakin larut. Tiga teman laki-lakinya kemudian menanggapi sambil mengarahkan gawai nya ke arah kamera, menunjukkan bahwa mereka bertiga sedang membuka aplikasi Gojek. Tiga teman laki-laki Manohary Senyn berkata secara serentak bahwa mereka telah memesan makanan melalui GoFood dan menyarankan agar Manohary Senyn memesan makanan juga melalui GoFood pada aplikasi Gojek. Adegan dalam video Di Zoom Miting ID: 0809-8-9999 ini membuat pengikut di Instagram @gojekindonesia menjadi terpersuasi bahwasannya mereka dapat melakukan rapat dengan tenang tanpa harus repot memasak karena ada fitur GoFood yang dapat memenuhi isi perut mereka.

Setelah masalah perut Manohary Senyn selesai, muncul masalah baru antara Ijak dan Teqbal. Ijak yang awalnya ingin membuat sketsa agar ada gambaran kasar mengenai konten hari jumat untuk Instagram @gojekindonesia kemudian membatalkan niatnya karena pensil ajaibnya terbawa oleh Teqbal. Gusti yang mengetahui hal tersebut lalu mengatakan agar Teqbal mengirimkan pesan ajaib tersebut menggunakan fitur GoSend pada aplikasi Gojek. Adegan ini merupakan kejadian nyata yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari di mana barang teman terbawa secara tidak sengaja oleh temannya padahal barang tersebut sangat penting. Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan divisi konten media untuk memberitahu kepada pengikut di Instagram @gojekindonesia mengenai isi pesan persuasi mereka dengan menggunakan kejadian yang pernah dialami oleh semua orang. Menggunakan kejadian nyata yang hampir pernah terjadi pada masyarakat Indonesia membuat pesan persuasi untuk menggunakan aplikasi Gojek semakin mudah terima.

Video iklan Di Zoom Miting ID: 0809-8-9999 ini dibuat berdasarkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering lupa mengenai hal dasar dalam hidupnya. Mulai dari makan, kebutuhan pribadi, hingga terlalu sering meninggalkan barang ditempat yang tidak terduga sehingga Gojek hadir untuk memenuhi hal-hal tersebut. Penyampaian pesan didalam iklan ini diambil dari kebiasaan masyarakat Indonesia sehingga lebih mudah dipahami tujuan dan masksudnya apa. Divisi konten media dengan sengaja membentuk Di Zoom Miting ID: 0809-8-9999 untuk menyampaikan bahwa didalam keterbatasan menjangkau semua hal ketika pandemi masih ada Gojek yang setia melayani.

Analisis 3 : Fenomena Iklan Gojek melalui Video Advertising

Mau tau video aslinya? cek YouTube gih!    

Iklan dengan tagar #SenangnyaInstan bareng Suzan yang dipersembahkan oleh Gojek Indonesia ini diawali dengan seorang anak perempuan yang meminta dibelikan boneka Suzan kepada Ayah nya, lalu sang Ayah mengabulkan permintaan anaknya dengan membeli boneka Suzan di salah satu toko e-commerce. Scene lalu berpindah dan berfokus kepada boneka Suzan yang dapat berbicara, kalimat pertama yang disampaikan oleh Suzan adalah “Akhirnya reeeek...Laku juga aku!” namun Suzan kaget karena ia baru bisa sampai ke pembeli dalam jangka waktu 3 hari karena pengguna memilih untuk memakai sistem pengiriman paket reguler dalam pengiriman barang, Suzan pun celetuk “Tua di jalan dong aku”. Setelah itu, Suzan dikirimkan melalui jasa pengiriman paket yang dipilih sang Ayah, tiba-tiba di dalam mobil angkutan barang Suzan bertemu dengan barang-barang lainnya, ia pun bertemu dengan cermin ajaib yang dapat berbicara dan tahu mengenai kegiatan pemilik barang-barang yang sedang dikirimkan ini. Lalu Suzan mencoba bertanya kepada si cermin mengenai keadaan para pembeli barang teman-temannya seperti antena, hard disk, tape, dan lain-lain.

Cermin ajaib memperlihatkan bahwa pembeli nya sangat membutuhkan mereka dengan cepat, seperti hal nya pembeli hardisk yang menangi karena bingung laptop nya sudah tidak bisa menampung banyak file lagi karena ruang penyimpanan di memori nya sudah habis dan dia bingung untuk menghapus file yang mana, maka dari itu dia butuh hard disk secepatnya untuk memindahkan file di komputer nya. Suzan pun meminta kepada si cermin untuk mengembalikan Suzan dan teman-teman nya ke hari sebelum pembelian, dan Suzan mencoba untuk menghipnotis para pembeli untuk memilih GoSend sebagai jasa pengiriman instan yang bisa 1 hari sampai, tidak lama kemudian para pembeli yang pada adegan ini digambarkan oleh seorang bapak-bapak yang sedang membeli antena baru karena antena di rumah nya sudah rusak terhipnotis dan memutuskan untuk memilih GoSend.

Tidak lama kemudian, ada adegan driver Gojek yang berlari membawa paket kepada rumah pembeli pada hari yang sama yaitu ketika pemesanan. Terlihat raut wajah bahagia dari sang pembeli karena paket nya sudah datang dan ia tidak perlu menunggu lama untuk membenarkan antena rumah nya yang sedang rusak. Namun sayangnya, cermin ajaib pecah karena terlempar-lempar di dalam mobil truk pengiriman, pada saat ketika barang-barang yang lain sudah sampai, Suzan ternyata harus kembali ke masa depan kembali ke mobil truk bersama sang cermin. Singkat cerita, paket yang berisi boneka Suzan sampai ke alamat rumah pembeli, namun alangkah kaget nya Ayah dan Anak melihat boneka Suzan yang tiba-tiba membesar, dan sang Anak pun menangis.

Dapat kita lihat bahwa iklan ini ditayangkan oleh Gojek sebagai perusahaan teknologi  yang sedang mempromosikan salah satu produk nya yaitu GoSend melalui video advertising yang di tampilkan di YouTube sebagai media advertising. GoSend sendiri merupakan fitur layanan dari Gojek yang memiliki peran dalam pengiriman paket berskala kecil untuk mengantarkan barang maupun dokumen sesuai dengan permintaan pelanggan, kelebihannya yaitu mudah dan cepat. Jika, kita melihat siapa di balik pembuatan iklan ini tentu Gojek sebagai penggagas ide untuk membuat iklan ini, namun dalam proses pembuatan nya kami memiliki 2 asumsi yaitu Gojek bekerjasama dengan advertising agency atau membuat nya sendiri melalui salah satu departemen atau bidang kreatif nya, yaitu Creative Labs Gojek.

Dalam iklan ini Gojek ingin mempersuasi masyarakat untuk menggunakan Gojek dengan layanan Gosend sebagai jasa untuk pengiriman barang maupun dokumen di satu daerah yang sama untuk mempercepat proses pengantaran barang sampai ditangan pembeli. Hal ini ditunjukkan di dalam video advertising yang berjudul #SenangnyaInstan bareng Suzan, iklan ini bercerita tentang seorang anak yang meminta ayahnya untuk dibelikan boneka Suzan, lalu sang Ayah mengabulkan permintaan anaknya dengan membeli boneka Suzan melalui toko e-commerce. Adegan ini dapat digambarkan dan merujuk pada sosok Ayah yang ingin membahagiakan putrinya, adegan ayah yang langsung membeli nya lewat gawai menggambarkan kondisi masa kini yang serba mudah dijangkau dan memberikan sugesti dengan kehadiran gawai dapat mempermudah segala pekerjaan seperti membeli boneka Suzan yang tidak harus repot pergi ke toko nya langsung namun bisa di pesan hanya melalui aplikasi gawai.

Selanjutnya, adegan boneka Suzan yang bisa berbicara, dan ia senang akhirnya ada yang membeli nya namun ia kaget karena waktu pengirimannya 3 hari dan dengan lucu nya Suzan berkata “Tua di jalan dong aku”, hal ini secara tidak sadar Gojek sedang memberitahu khalayak dan pelanggan setia nya bahwa layanan jasa yang ada saat ini sangat lambat sekali dalam proses pengiriman barang meskipun di suatu daerah yang sama, sedangkan pembeli nya sangat membutuhkan barang tersebut dan berharap agar cepat sampai, peristiwa ini digambarkan dengan adegan salah satu pembeli barang dari toko e-commerce yang membeli harddisk, adegan ini diperankan oleh perempuan yang sedang menangis karena ruang memori pada komputer nya sudah penuh, dan dia kebingungan file mana yang harus dihapus.

Selain itu, kita bisa melihat dari penggunaan kata-kata yang digunakan dalam ads ini yaitu lu, gue, akyuu yang secara langsung menggambarkan bahwa Gojek adalah perusahaan yang adaptif dan tidak kaku dengan kondisi hari ini yang didominasi oleh kalangan remaja yang gaul, kreatif, dan melek teknologi, sebisa mungkin Gojek ini ingin lebih dekat dan mengakrabkan diri dengan para pelanggan utama nya. Selanjutnya terdapat adegan cermin ajaib memberikan saran kepada Suzan untuk memakai GoSend dalam pengiriman paket karena bisa sampai di hari yang sama, Suzan pun membantu teman-temannya seperti antena, hard disk, tape, untuk segera sampai ke pemiliknya dengan GoSend. Adegan pun beralih kepada driver Gojek yang membawa kardus berupa paket sembari berlari ke arah rumah pembeli antena yang diperankan oleh sosok bapak-bapak, adegan ini menceritakan paket nya bisa sampai di hari yang sama karena GoSend, dan peran bapak-bapak sebagai pembeli ini terlihat memasang raut wajah yang bahagia karena akhirnya ia bisa mengganti antena nya yang rusak dengan antena baru pada hari itu juga.

Dalam hal ini Gojek sedang mengkonstruksi khalayak untuk menggunakan layanan GoSend jika ingin bahagia karena tidak usah risau menunggu paket yang tak kunjung datang, karena layanan Gojek memiliki kelebihan yaitu proses pengantarannya cepat di hari yang sama, disatu sisi Gojek juga sedang bercerita bahwa layanan ini dapat digunakan oleh semua kalangan dari remaja hingga dewasa yang digambarkan dengan perempuan muda yang diasumsikan sebagai mahasiswa yang membeli hard disk, seorang Ayah yang membelikan boneka untuk anaknya, seorang bapak rumah tangga yang membeli antena untuk mengganti antena di rumah nya yang rusak, semua peran tersebut menggunakan layanan GoSend untuk jasa pengiriman paket yang mereka beli di toko e-commerce.

Namun di adegan lain sayangnya, setelah Suzan membantu para teman-temannya cermin ajaib pecah dan Suzan mau tidak mau harus kembali ke masa depan untuk menunggu paket nya sampai ke tangan pembeli dalam jangka waktu 3 hari, setelah waktu 3 hari ini akhirnya boneka Suzan sampai ditangan pembeli, namun Ayah dan anak perempuanya kaget karena boneka Suzan yang dibeli tiba-tiba berubah menjadi besar dan anak perempuan nya pun menangis. Makna pesan yang ingin disampaikan oleh Gojek adalah jangan sampai paket yang kamu beli ini #TuaDiJalan karena proses pengiriman paket yang sangat lama meskipun di daerah yang sama. Maka dari itu, gunakanlah layanan GoSend untuk memudahkan kamu mengirim paket maupun dokumen secara mudah dan juga cepat. 

WOW! Mengejutkan gaessss...Gojek beneran SuperApp, cocok banget buat aku, kamu dan kita semua yang kaum rebahan. 

Berdasarkan tiga iklan Gojek pada tiga media yang berbeda menunjukkan adanya perbedaan konten atau isi pesan untuk mempersuasi masyarakat di Indonesia agar menggunakan fitur-firut dalam aplikasi Gojek. Namun, ketiga konten iklan tersebut mampu menjadi menjadi topik pembicaraan masyarakat selama lebih dari satu minggu karena konsep dasar dari konten tersebut sangat unik, beda dari biasanya. Pada iklan Gojek yang dipasang di billboard jalan tanpa desain dan hanya sebuah tulisan saja mampu membuat kemacetan karena masyarakat dengan sengaja membaca billboard aneh ini. Walaupun aneh, iklan ini mampu menggugah hati sebagian besar kaum urban di Jakarta. Selain itu, terdapat dari masyarakat yang menganggap bahwa iklan ini dinilai sebagai salah satu gerakan literasi yang bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk lebih rajin membaca.

Untuk video iklan Gojek yang diunggah dalam akun Instagram @gojekindonesia dengan tema bekerja dari rumah, yaitu Di Zoom Miting ID: 0809-8-9999 rupanya dibuat berdasarkan kondisi masyarakat Indonesia di tengah pandemi saat ini. Iklan ini menarik sudut pandang diri sendiri yang sering lupa mengenai hal-hal dasar dalam hidup. Mulai dari lupa memenuhi kebutuhan pribadi hingga suka menunda pekerjaan sehingga Gojek menyarankan agar masyarakat Indonesia menggunakan fitur-fitur Gojek seperti GoFood, GoSend, dan GoMart. Masyarakat Indonesia yang menjadi pengikut akun Instagram @gojekindonesia sangat terhibur karena merasa melihat dirinya sendiri ketika menonton video iklan Di Zoom Miting ID: 0809-8-9999. Mereka juga menganggap bahwa ini menjadi salah satu sentilan agar mulai peduli dengan diri sendiri.

Dan yang terakhir adalah iklan #SenangnyaInstan bareng Suzan. Iklan ini menarik sisi simpati dari masyarakat Indonesia dengan menonjolkan peran Bapak yang sering terlupakan oleh peran Ibu. Pesan di dalam #SenangnyaInstan bareng Suzan dikonstruksi oleh Gojek dengan baik untuk membandingkan jasa-jasa pengiriman lain dengan jasa Gojek secara tersirat. Makna pesan yang ingin disampaikan oleh Gojek adalah jangan sampai barang yang masyarakat Indonesia beli akan #TuaDiJalan karena proses pengiriman barang yang sangat lama walaupun di daerah yang sama. Maka dari itu, Gojek menekankan agar masyarakat Indonesia menggunakan layanan GoSend untuk memudahkan kamu mengirim paket maupun dokumen secara mudah dan juga cepat. 

Komentar

Posting Komentar